Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, secara resmi menyanggah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai keterlibatan finansial Washington dalam proyek Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD). Dalam pidato di hadapan parlemen pada Selasa (3/2/2026), Ahmed menegaskan bahwa proyek infrastruktur strategis senilai 4 miliar dollar AS tersebut sepenuhnya dibiayai melalui mobilisasi dana domestik dan kontribusi diaspora Ethiopia tanpa campur tangan asing.
Kemandirian Finansial dan Kapasitas Strategis
Proyek GERD yang terletak di anak Sungai Nil diproyeksikan memiliki kapasitas terpasang sebesar 5.150 megawatt (MW), menjadikannya instalasi hidroelektrik terbesar di benua Afrika. PM Ahmed menekankan bahwa Ethiopia tidak menerima pinjaman atau bantuan luar negeri dalam bentuk apa pun untuk pembangunan ini. Pernyataan ini didukung oleh CEO Webuild, Pietro Salini, selaku kontraktor utama proyek yang mengonfirmasi absennya lembaga keuangan internasional.
- Nilai Investasi: 4 Miliar Dollar AS
- Kapasitas Listrik: 5.150 Megawatt
- Sumber Dana: Pajak warga dan pinjaman domestik
- Kontraktor Utama: Webuild (Italia)
Dinamika Geopolitik dan Ketahanan Air Regional
Klaim Donald Trump dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos sebelumnya telah memicu ketegangan diplomatik. Trump menyatakan dukungan terhadap kekhawatiran Mesir yang menganggap GERD sebagai ancaman eksistensial terhadap pasokan air nasionalnya. Mesir saat ini bergantung pada Sungai Nil untuk memenuhi 97 persen kebutuhan air domestik dan pertanian, sehingga memandang bendungan tersebut sebagai risiko keamanan nasional.
| Aspek Strategis | Posisi Ethiopia | Posisi Mesir/AS |
|---|---|---|
| Tujuan Proyek | Pembangkit Listrik (Non-Konsumtif) | Ancaman Aliran Air Hilir |
| Sumber Pendanaan | Mandiri dan Domestik | Klaim Bantuan Finansial AS |
| Mekanisme Mediasi | Belum Memberikan Respons Resmi | Siap Melakukan Negosiasi Ulang |
Pihak Ethiopia melalui Webuild mengklarifikasi bahwa bendungan ini berfungsi murni sebagai skema pembangkit energi, bukan irigasi yang mengonsumsi volume air secara masif. Meskipun Washington menawarkan diri sebagai mediator untuk meredakan eskalasi antara Kairo dan Addis Ababa, pemerintah Ethiopia hingga saat ini masih mempertahankan posisi kedaulatan penuh atas pengelolaan aset strategis tersebut. Analisis mengenai kedaulatan energi dan dinamika regional ini didasarkan pada pernyataan resmi Pemerintah Ethiopia dan laporan operasional kontraktor Webuild yang dirilis pada Februari 2026.