Teheran, Iran – Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026. Media pemerintah Iran, Press TV, mengklaim bahwa Bagherzadeh wafat akibat luka-luka yang diderita dalam serangan gabungan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel di Teheran, menyebutnya telah “mencapai kesyahidan.”
Kematian Bagherzadeh menyusul laporan sebelumnya mengenai wafatnya Ayatollah Ali Khamenei sendiri. Pemimpin tertinggi Iran tersebut diumumkan meninggal dunia pada Minggu, 1 Maret 2026, dalam serangan serupa yang menargetkan kantornya. Kantor berita pemerintah Tasnim dan Fars menyatakan Khamenei terbunuh pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, saat menjalankan tugasnya, tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Latar Belakang Serangan dan Kerusakan Infrastruktur
Insiden ini memicu deklarasi masa berkabung nasional selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional di Iran. Serangan yang diklaim tersebut menargetkan Beit-e Rahbari, kompleks kepemimpinan yang berfungsi sebagai kediaman dan kantor strategis Ayatollah Khamenei, serta lokasi penting untuk menjamu pejabat senior Iran.
Citra satelit yang diperoleh dari Airbus Defence and Space dan dikutip oleh New York Times menunjukkan tingkat kerusakan parah pada kompleks tersebut. Foto udara yang dirilis memperlihatkan bangunan utama di Beit-e Rahbari, termasuk kediaman langsung Khamenei dan perimeter keamanannya, dalam kondisi hancur total dan rata dengan tanah pasca-serangan pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Implikasi Geopolitik dan Reaksi Internasional
Kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan istrinya dalam serangan yang dituduhkan kepada kekuatan asing berpotensi memicu eskalasi ketegangan signifikan di kawasan Timur Tengah. Insiden ini menyoroti kerentanan infrastruktur kepemimpinan Iran terhadap serangan eksternal dan dapat memicu respons strategis dari Teheran.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Amerika Serikat atau Israel mengenai tuduhan keterlibatan mereka dalam serangan tersebut. Komunitas internasional memantau ketat perkembangan situasi ini, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas regional dan dinamika kekuatan global.
Analisis dan laporan mengenai insiden ini didasarkan pada pernyataan resmi media pemerintah Iran, Press TV, serta citra satelit yang dianalisis oleh Airbus Defence and Space dan dikutip oleh New York Times.