Nasional

Sosok Aiptu David Wewe, Katim Klewang yang Diusulkan Masuk Hoegeng Awards 2026

Aiptu David Rico Darmawan, atau yang akrab disapa David Wewe, resmi diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026. Kasubnit II Unit VI Satreskrim Polresta Padang ini dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat tanpa memandang latar belakang status sosial.

Pengusulan ini datang dari Sari Lenggogeni, seorang dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand). Sari mengaku terkesan dengan komitmen David yang selalu siaga menindaklanjuti keluhan warga di wilayah Sumatera Barat.

“Beliau itu quick response. Jadi, siapa pun, tanpa status apa pun, dengan latar belakang apa pun, selalu menindaklanjuti laporan,” kata Sari saat memberikan keterangan pada Kamis (30/4/2026).

Dedikasi dan Kecepatan Tim Klewang Polresta Padang

Sebagai Kepala Tim (Katim) Klewang atau Opsnal Satreskrim Polresta Padang, David membangun kepercayaan publik melalui kehadiran posko yang responsif. Sari mencatat bahwa banyak warga lebih memilih melapor langsung ke Posko Tim Klewang karena penanganan yang cepat, meski tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Selain penegakan hukum, David dikenal sebagai sosok humanis yang gemar menolong. Ia tercatat terjun langsung membantu masyarakat saat bencana banjir bandang melanda Padang pada November 2025. Kedekatannya dengan warga bahkan membuat David memiliki basis pendukung yang luas, hingga ada warga dari luar kota yang sengaja datang hanya untuk bertemu dengannya.

Sari juga menyoroti integritas David dalam bertugas. Menurutnya, David dikenal sebagai polisi yang bersih dan tidak pernah meminta imbalan dalam melayani masyarakat. “Dia bersih di dalam polisi itu, tidak pernah melakukan uang apa segala macam,” tambah Sari.

Dua Dekade Mengabdi di Bidang Reserse Kriminal

Karier David Wewe di dunia reserse bermula sejak awal tahun 2000-an. Dengan pengalaman hampir 24 tahun di unit buru sergap (buser), ia memiliki ketertarikan kuat dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas di wilayah hukum Polresta Padang.

“Kalau di buser saya sudah hampir 24 tahun. Kita utamakan untuk dedikasi kita dari kepolisian dulu dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar David. Ia menegaskan bahwa setiap laporan, sekecil apa pun, akan diterima dan diproses melalui pendalaman Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta penyelidikan yang tajam.

Transparansi Kerja dan Strategi Penyamaran

Dalam menjalankan tugasnya, David kerap menggunakan strategi penyamaran untuk membekuk pelaku kejahatan. Salah satu aksi terbarunya adalah menangkap tersangka kasus penganiayaan maut di dalam bus dengan menyamar sebagai pengamen. Pelaku yang sempat buron ke Depok selama enam bulan akhirnya berhasil diringkus saat kembali ke Padang.

Selain taktik lapangan, David memanfaatkan media sosial untuk mengunggah video penangkapan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi agar masyarakat mengetahui kinerja nyata kepolisian. “Kita dituntut selalu memposting kegiatan Polri agar dikenal masyarakat dan menunjukkan bahwa Polri bekerja secara transparan,” jelasnya.

Misi Mengembalikan Kepercayaan Publik terhadap Polri

Melalui aksi nyata di lapangan, David berupaya menghapus stigma negatif mengenai layanan kepolisian yang dianggap berbayar. Ia ingin masyarakat kembali percaya bahwa polisi akan bergerak cepat menangani laporan tanpa mengharapkan imbalan uang.

Meski sempat diminta keluarga untuk berpindah tugas demi kesehatan, David memilih tetap bertahan di satuan reserse kriminal karena merasa masih dibutuhkan oleh pimpinan dan masyarakat. Ia berkomitmen untuk terus berjaga 24 jam di Posko Tim Klewang yang kini telah berfungsi layaknya pusat pelayanan terpadu.

“Selagi masyarakat masih memakai kita dan bisa menjaga amanah, insyaallah sampai titik darah penghabisan saya mengabdi di reserse kriminal. Membantu masyarakat yang bermasalah adalah hal yang paling menyenangkan bagi saya,” pungkas David.