Teknologi

Strategi IBM dalam Modernisasi Legacy System Terancam: Claude Code Anthropic Guncang Dominasi?

Anjloknya Saham IBM dan Kekhawatiran Pasar

Pelemahan tajam ini, yang disebut-sebut sebagai salah satu penurunan bulanan terburuk IBM dalam lebih dari tiga dekade, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap terobosan kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan AI Anthropic. Menurut laporan MarketWatch, peluncuran model AI terbaru Anthropic, Claude Code, menjadi katalis utama di balik reaksi negatif investor.

Claude Code Anthropic: Disrupsi di Ranah Modernisasi COBOL

Claude Code diklaim mampu mengotomatisasi proses modernisasi sistem berbasis COBOL (Common Business-Oriented Language). COBOL, bahasa pemrograman yang diperkenalkan pada tahun 1960, masih menjadi tulang punggung sistem krusial di berbagai sektor seperti perbankan, asuransi, transportasi, dan pemerintahan. Proses modernisasi sistem COBOL secara tradisional dikenal sangat kompleks, mahal, dan memakan waktu bertahun-tahun. Di sinilah IBM selama ini meraup keuntungan besar melalui layanan konsultasi dan bisnis infrastruktur mainframe seperti IBM Z, yang menopang sistem-sistem COBOL di institusi-institusi besar.

Dampak Potensial pada Model Bisnis IBM Z dan Layanan Konsultasi

Anthropic mengeklaim Claude Code dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan sistem COBOL secara dramatis. Kemampuannya meliputi pemetaan dependensi ribuan baris kode, identifikasi risiko yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan bagi tim manusia, serta mempercepat proses modernisasi dari hitungan tahun menjadi hanya beberapa kuartal. Jika klaim ini terbukti efektif dan diadopsi secara luas, kebutuhan akan layanan konsultasi dan migrasi sistem tradisional dapat berkurang drastis. Kondisi ini berpotensi menekan model bisnis IBM yang selama ini kuat di layanan modernisasi sistem legacy, termasuk bisnis mainframe IBM Z. Padahal, IBM sebelumnya melaporkan pertumbuhan pendapatan segmen mainframe sebesar 48 persen secara tahunan pada kuartal IV-2025, menandakan fondasi bisnis berbasis sistem legacy tersebut masih sangat kuat.

Respons IBM: Watsonx dan Strategi AI Internal

Meskipun dampak Claude Code terhadap bisnis IBM yang mengandalkan COBOL masih belum pasti karena produk ini relatif baru, IBM sendiri tidak tinggal diam. Perusahaan telah mengembangkan solusi AI internal untuk modernisasi COBOL melalui platform bernama Watsonx. CEO IBM, Arvind Krishna, sebelumnya menyatakan bahwa Watsonx mampu membantu mengubah atau refactor kode COBOL menjadi Java, sekaligus mempermudah pemahaman sistem lama. Namun, pasar tampaknya menilai ancaman dari Anthropic lebih disruptif, sehingga memicu anjloknya saham IBM. Apabila AI pihak ketiga dapat memangkas biaya dan waktu migrasi secara signifikan di masa depan, margin layanan konsultasi IBM kemungkinan besar akan ikut tertekan.