Meta Platforms Inc. secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam ekosistem Nvidia dengan menyepakati pengadaan jutaan unit chip kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru. Langkah strategis ini sekaligus menepis spekulasi pasar mengenai potensi migrasi induk Facebook tersebut ke solusi internal atau Tensor Processing Unit (TPU) milik Google.
Ekspansi Masif Infrastruktur Meta AI
Kesepakatan jangka panjang ini mencakup pengadaan GPU arsitektur Blackwell yang saat ini menjadi standar industri, serta GPU Rubin yang baru saja diperkenalkan pada ajang CES 2026. Investasi masif ini ditujukan untuk memperluas kapasitas pusat data Meta guna mendukung pengembangan model bahasa besar (LLM) dan sistem rekomendasi yang lebih kompleks.
Meskipun nilai transaksi tidak diungkapkan secara spesifik, skala pembelian yang mencapai jutaan unit menegaskan ketergantungan Meta pada ekosistem perangkat keras Nvidia untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya di sektor AI generatif.
Pergeseran Paradigma: Adopsi CPU Grace dan Vera
Salah satu poin paling menarik dalam kesepakatan ini adalah pengadopsian CPU Grace dan Vera dalam skala besar. Ini menandai pertama kalinya Meta menggunakan CPU Nvidia secara mandiri tanpa harus dipasangkan secara tradisional dengan GPU dalam satu modul.
Spesifikasi Teknis Vera CPU
Vera CPU, yang dijadwalkan mulai beroperasi di pusat data Meta pada tahun 2027, dirancang khusus untuk menangani agentic reasoning. Fitur ini memungkinkan AI untuk melakukan perencanaan dan eksekusi tugas secara mandiri dalam jangka panjang.
| Fitur | Vera CPU | Grace CPU |
|---|---|---|
| Arsitektur | Armv9.2 (Olympus Core) | Arm Neoverse V2 |
| Jumlah Core | 88 Core | 72 Core |
| Konektivitas | NVLink-C2C | NVLink-C2C |
| Fokus Utama | Agentic Reasoning & Efisiensi | General Data Center Workload |
Tantangan bagi Intel dan AMD
Langkah Nvidia mendorong CPU berbasis Arm seperti Vera ke dalam infrastruktur Meta merupakan ancaman langsung bagi dominasi Intel dan AMD di pasar prosesor pusat data. Dengan klaim efisiensi daya hingga 50% lebih baik untuk beban kerja tertentu, Nvidia berupaya menciptakan ekosistem tertutup yang mengintegrasikan CPU dan GPU secara vertikal.
Keputusan Mark Zuckerberg untuk tetap setia pada Nvidia juga mencerminkan tantangan teknis yang dihadapi Meta dalam mengembangkan chip AI internalnya sendiri. Meskipun sempat ada laporan mengenai penundaan implementasi chip mandiri, kemitraan dengan Nvidia memastikan Meta tetap memiliki akses ke silikon paling mutakhir di pasar global.