Rumor mengenai perangkat keras pertama dari OpenAI, perusahaan di balik fenomena kecerdasan buatan ChatGPT, kembali mencuat dengan detail yang lebih spesifik dan berbeda dari spekulasi sebelumnya. Informasi terbaru, yang pertama kali diungkap oleh The Information dan kemudian dikutip oleh The Verge, mengindikasikan bahwa OpenAI tengah mengembangkan sebuah smart speaker yang dilengkapi dengan kemampuan kamera canggih.
Pergeseran fokus dari perangkat wearable yang sempat dirumorkan sebelumnya, seperti kacamata pintar atau pena AI, menunjukkan strategi OpenAI untuk memasuki pasar hardware dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berorientasi visual. Langkah ini menandai ambisi perusahaan untuk tidak hanya mendominasi ranah perangkat lunak AI, tetapi juga ekosistem perangkat keras.
Inovasi Fitur dan Potensi Pasar Smart Speaker OpenAI
Smart speaker yang dirumorkan ini diklaim memiliki kemampuan revolusioner dalam mengenali objek di sekitarnya, serta mendukung fitur pengenalan wajah. Fitur ini tidak hanya terbatas pada identifikasi visual, melainkan juga berpotensi untuk autentikasi pengguna dan memfasilitasi pengalaman belanja otomatis yang lebih mulus.
Berbeda dengan smart speaker konvensional seperti Amazon Echo yang telah hadir selama lebih dari satu dekade dengan fokus pada asisten suara Alexa, perangkat OpenAI ini diprediksi akan menonjolkan integrasi mendalam dengan kemampuan generatif ChatGPT. Pemrosesan visual melalui kamera akan menjadi inti, memungkinkan interaksi yang lebih kontekstual dan adaptif.
Meskipun detail spesifikasi teknis masih belum diumumkan secara resmi, smart speaker OpenAI ini diperkirakan akan dibanderol di kisaran 200 hingga 300 dollar AS, atau sekitar Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta, sebagaimana dihimpun dari laporan Tech Radar. Harga ini menempatkannya di segmen premium, mengindikasikan fitur dan teknologi yang ditawarkan akan jauh melampaui standar pasar saat ini.
Ambisi Diversifikasi Hardware dan Tantangan Industri
Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa smart speaker hanyalah salah satu dari beberapa proyek hardware yang sedang dipertimbangkan OpenAI. Perusahaan ini disebut-sebut tengah mengeksplorasi bentuk perangkat lain, termasuk kacamata pintar dan lampu pintar, yang menunjukkan visi jangka panjang untuk menciptakan ekosistem perangkat AI yang terhubung.
Spekulasi mengenai kolaborasi OpenAI dengan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, juga sempat beredar luas, mengindikasikan komitmen terhadap desain dan pengalaman pengguna yang premium. Sebelumnya, rumor tentang perangkat wearable di belakang telinga dan pena berbasis AI untuk perekaman suara juga sempat mencuat pada Januari lalu.
Namun, pengembangan perangkat AI mandiri ini tidak lepas dari tantangan signifikan. Pasar telah menyaksikan beberapa produk berbasis AI yang belum meraih kesuksesan besar, terutama dalam menyeimbangkan fungsionalitas, harga, daya tahan perangkat, serta isu privasi pengguna. Kehadiran kamera pada smart speaker, misalnya, secara inheren menimbulkan kekhawatiran serius terkait pengumpulan data dan keamanan.
Hingga Kamis, 26 Februari 2026, OpenAI belum memberikan pernyataan resmi terkait bentuk final, spesifikasi, maupun jadwal peluncuran perangkat AI pertamanya. Chief Policy Officer OpenAI, Chris Lehane, sempat menyiratkan pengumuman publik pada paruh kedua tahun 2026, namun detail lebih lanjut masih menjadi misteri.