Desain premium iPhone 17 Pro Max, dengan modul kamera belakang yang menonjol dan estetika minimalis, telah menarik perhatian banyak konsumen. Namun, banderol harganya yang tinggi seringkali menjadi penghalang. Menanggapi tren ini, sejumlah produsen Android kini menawarkan alternatif yang secara visual menyerupai flagship Apple tersebut, namun dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar di mana estetika desain menjadi faktor penentu penting bagi konsumen, bahkan di segmen harga menengah.
Desain dan Estetika: Mengapa Mirip iPhone 17 Pro Max?
Modul kamera belakang yang besar dan menonjol pada iPhone 17 Pro Max telah menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Desain ini, yang sering disebut sebagai ‘plateau’ atau ‘island’, memberikan kesan premium dan fungsionalitas kamera yang canggih. Vendor Android melihat peluang dalam popularitas estetika ini, mengadopsi elemen serupa untuk menarik konsumen yang menginginkan tampilan mewah tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Imitasi desain ini bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga strategi untuk menempatkan produk mereka dalam kategori yang lebih diinginkan secara visual.
Alternatif Android: Analisis Perangkat dengan Desain Serupa
Tecno Spark 40: Estetika Minimalis Harga Terjangkau
Tecno Spark 40 hadir dengan modul kamera persegi panjang besar yang menempati hampir sepertiga bodi belakang, menampung lensa yang disusun triangular. Desain panel belakangnya yang polos tanpa ornamen tambahan semakin memperkuat kemiripan dengan iPhone 17 Pro Max. Tersedia resmi di Indonesia mulai dari Rp 1,8 juta, ponsel ini menawarkan pilihan warna Ink Black, Titanium Grey, dan Veil White, menjadikannya opsi menarik bagi konsumen beranggaran terbatas.
Infinix Note 60 Pro: Kamera Ganda dan Fitur Interaktif
Infinix Note 60 Pro menampilkan modul kamera persegi panjang besar di bagian atas bodi belakang, menampung kamera utama 50 MP dan ultrawide 8 MP. Penempatan dan ukuran modul ini sangat mengingatkan pada iPhone. Uniknya, di sebelah kanan modul terdapat fitur Active Matrix Display, lampu dot matriks interaktif yang dapat menampilkan informasi waktu, notifikasi, hingga gambar. Dibanderol mulai dari Rp 5,4 jutaan di Indonesia, Note 60 Pro tersedia dalam lima varian warna.
Infinix Note 60: Varian Lebih Hemat Tanpa Layar Interaktif
Mengikuti jejak varian Pro, Infinix Note 60 juga mengusung modul kamera persegi panjang besar yang menonjol. Meskipun tidak dibekali Active Matrix Display, desain penampang kameranya tetap mempertahankan kemiripan dengan iPhone 17 Pro Max. Dengan harga mulai dari Rp 4 jutaan di Indonesia, Note 60 menawarkan estetika serupa dengan harga yang lebih terjangkau.
Poco F8 Series: Modul Tegas dengan Sentuhan Audio
Poco F8 Series menampilkan modul kamera belakang berukuran besar dengan bentuk persegi dan sudut membulat, mendominasi area punggung ponsel. Susunan lensa kamera pada smartphone ini sekilas mengingatkan pada iPhone 17 Pro Max. Perbedaan signifikan terletak pada kehadiran tulisan “Bose” di sebelah kanan lensa, menandakan kolaborasi audio. Poco F8 Series dipasarkan mulai Rp 8,5 jutaan untuk varian Pro dan Rp 11,5 jutaan untuk model Ultra di Indonesia.
Honor Power 2: Tiga Kamera dalam Desain Plateau
Honor Power 2 mengadopsi modul kamera persegi panjang yang menampung tiga kamera, disusun menyerupai segitiga, mirip dengan konsep desain “plateau” khas iPhone 17 Pro. Meskipun hanya dua kamera yang fungsional, kemiripan desain diperkuat oleh salah satu varian warna “Rising Sun Orange”. Honor Power 2 baru diluncurkan di pasar China dengan harga mulai dari 2.699 yuan (sekitar Rp 6,4 juta).
Nubia V80 Design: Estetika Zig-Zag dengan Gimmick Lensa
Nubia V80 Design menarik perhatian dengan modul kamera persegi panjang yang menampung tiga lingkaran lensa disusun zig-zag, menyerupai iPhone 17 Pro. Namun, salah satu lingkaran lensa tersebut hanya berfungsi sebagai hiasan. Tersedia di Malaysia mulai 570 ringgit (sekitar Rp 2,3 jutaan) untuk varian 8/256 GB, dan di Filipina mulai 5.800 PHP (sekitar Rp 1,6 jutaan) untuk varian dasar 4/256 GB.
Xiaomi 17 Pro Max: Layar Mini Inovatif dan Kolaborasi Leica
Xiaomi 17 Pro Max menjadi salah satu ponsel Android yang paling dekat secara visual dengan iPhone, dengan modul kamera persegi panjang yang dilengkapi layar mini di bagian belakang. Layar mini ini juga berfungsi sebagai wadah bagi dua kamera vertikal, kamera ultrawide, dan lampu flash LED dengan label Leica, melanjutkan kemitraan dengan produsen kamera Jerman tersebut. Dipasarkan di China mulai 5.999 yuan (sekitar Rp 14,6 jutaan), Xiaomi 17 Pro Max menawarkan inovasi desain yang lebih canggih.
Dampak Industri dan Pilihan Konsumen
Tren adopsi desain premium iPhone oleh vendor Android menunjukkan bagaimana estetika visual menjadi faktor krusial dalam keputusan pembelian konsumen. Meskipun spesifikasi internal dan ekosistem perangkat lunak tetap menjadi pembeda utama, desain eksternal yang menarik dapat menjadi daya tarik awal. Bagi konsumen, ini berarti lebih banyak pilihan untuk mendapatkan perangkat dengan tampilan mewah tanpa harus berkompromi pada anggaran, sekaligus mendorong inovasi desain di seluruh segmen pasar smartphone.