Teknologi

Strategi Produktivitas Demis Hassabis: Mengapa CEO Google DeepMind Memilih Bekerja di Dua Waktu Berbeda?

Di tengah persaingan global pengembangan artificial intelligence (AI) yang kian intens, figur di balik kemudi teknologi sering kali memiliki pendekatan yang tidak konvensional terhadap produktivitas. Demis Hassabis, CEO Google DeepMind, baru-baru ini mengungkapkan rutinitas harian yang memisahkan operasional bisnis dengan eksplorasi kreatif melalui sistem dua waktu kerja yang unik.

Siklus Kerja Ganda: Memisahkan Manajemen dan Riset

Berbeda dengan rekan sejawatnya seperti Tim Cook atau Sundar Pichai yang cenderung mengikuti jadwal tidur konvensional, Hassabis menerapkan pola yang ia sebut sebagai hari kerja kedua. Fase pertama dimulai di kantor, di mana ia fokus pada rapat manajerial, koordinasi tim, dan aktivitas operasional Google DeepMind.

Setelah menghabiskan waktu bersama keluarga di malam hari, Hassabis memulai fase kedua sekitar pukul 22.00 hingga 04.00 pagi. Periode ini didedikasikan sepenuhnya untuk pekerjaan kognitif tingkat tinggi, termasuk riset mendalam dan pemikiran kreatif yang sulit dilakukan di tengah hiruk-pikuk kantor.

Evolusi DeepMind dan Tekanan Inovasi AI

Rutinitas ini bukan sekadar preferensi pribadi, melainkan metode yang telah ia asah selama satu dekade memimpin DeepMind. Sejak didirikan pada 2010 dan diakuisisi Google pada 2014, laboratorium ini telah bertransformasi menjadi tulang punggung strategi AI Alphabet, terutama setelah penggabungan dengan Google Brain pada 2023 untuk melahirkan model bahasa besar (LLM) Gemini.

AspekDetail Rutinitas
Waktu Tidur04.00 – 10.00 (6 Jam)
Fokus MalamRiset, Berpikir Kreatif, Deep Work
Fokus SiangRapat, Operasional, Manajemen

Dinamika Industri: Antara Performa dan Kesehatan

Hassabis mengakui bahwa pola tidur enam jam yang dimulai setelah subuh ini tidaklah ideal menurut standar medis yang menyarankan 7-9 jam. Namun, ia merasa lebih optimal bekerja saat dunia terlelap. Fenomena ini juga terlihat pada pemimpin teknologi lain seperti Elon Musk, yang dalam fase kritis produksi Tesla, bahkan sempat tidur di lantai pabrik untuk memastikan target tercapai.

Meskipun efektif untuk memacu inovasi jangka pendek, tantangan bagi para pemimpin AI saat ini adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan pengembangan teknologi dan kesehatan jangka panjang. Bagi Hassabis, keheningan dini hari adalah laboratorium terbaik untuk merancang masa depan kecerdasan buatan.