Internasional

Suriah: Presiden Ahmed Al Sharaa Lolos dari Lima Upaya Pembunuhan ISIS di Aleppo dan Daraa

Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa Presiden Suriah, Ahmed Al Sharaa, menjadi target dalam lima percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS sepanjang tahun 2025. Eskalasi ancaman ini terjadi di tengah upaya pemerintah transisi Suriah untuk mengonsolidasikan kekuasaan pasca-runtuhnya rezim Bashar Al Assad.

Eskalasi Ancaman Terhadap Pejabat Tinggi Negara

Berdasarkan dokumen yang dirilis oleh Kantor Kontra-Terorisme PBB pada Rabu (11/2/2026), upaya pembunuhan tersebut tidak hanya menyasar Presiden Al Sharaa, tetapi juga Menteri Dalam Negeri Anas Hasan Khattab dan Menteri Luar Negeri Asaad Al Shibani. Serangan dilaporkan terkonsentrasi di wilayah Aleppo bagian utara dan Daraa di selatan, yang hingga kini masih menjadi zona rawan konflik.

Kelompok Saraya Ansar Al Sunnah, yang diidentifikasi sebagai front operasi ISIS, disebut sebagai aktor utama di balik rangkaian percobaan pembunuhan ini. PBB mencatat bahwa ISIS secara aktif mengeksploitasi kekosongan keamanan dan ketidakpastian politik untuk melancarkan operasi asimetris terhadap struktur pemerintahan baru.

Peta Kekuatan dan Kapabilitas ISIS di Kawasan

Meskipun telah kehilangan kontrol teritorial yang signifikan, pakar kontra-terorisme PBB memperkirakan ISIS masih memiliki sekitar 3.000 anggota aktif yang tersebar di Irak dan Suriah. Mayoritas kekuatan ini terkonsentrasi di wilayah Suriah, dengan fokus serangan pada pasukan keamanan di zona utara dan timur laut.

Signifikansi Strategis Pangkalan Al Tanf

Di tengah meningkatnya ancaman ekstremisme, Pemerintah Suriah secara resmi telah mengambil alih kendali atas pangkalan militer Al Tanf. Pangkalan yang terletak di timur Suriah, dekat perbatasan Yordania dan Irak ini, sebelumnya dikuasai oleh pasukan Amerika Serikat untuk operasi kontra-ISIS selama bertahun-tahun.

Aspek StrategisDetail Informasi
Lokasi PangkalanPerbatasan Suriah-Yordania-Irak
Status TerkiniDi bawah kendali penuh militer Suriah
Fungsi UtamaInterdiksi logistik dan operasi kontra-terorisme

Dua pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi penyerahan pangkalan tersebut kepada pihak Damaskus melalui saluran diplomatik. Langkah ini menandai pergeseran besar dalam arsitektur keamanan regional, mengingat Al Tanf sebelumnya merupakan titik krusial bagi pengaruh Barat di wilayah tersebut.

Konsolidasi Kekuasaan Ahmed Al Sharaa

Presiden Ahmed Al Sharaa, yang sebelumnya memimpin faksi Hayat Tahrir Al Sham, terus memperluas kontrol teritorialnya. Setelah memutus hubungan dengan Al Qaeda, pemerintahannya kini secara resmi bergabung dalam koalisi internasional melawan ISIS sejak November 2025. Langkah ini diambil guna memperkuat legitimasi internasional sekaligus menstabilkan keamanan nasional dari ancaman kelompok radikal yang masih bergerilya.

Analisis mengenai dinamika keamanan dan pergerakan militer ini didasarkan pada laporan resmi Kantor Kontra-Terorisme PBB dan pernyataan Kementerian Pertahanan Suriah yang dirilis pada Februari 2026.