Mahkamah Agung Rakyat Tiongkok (SPC) pada Kamis, 26 Februari 2026, mengumumkan pembubaran sindikat penipuan daring lintas batas berbasis di Myanmar, Ming dan Bai, yang merupakan bagian dari ‘empat keluarga besar’ kriminal. Keputusan ini diikuti dengan penjatuhan hukuman berat terhadap 39 individu, termasuk eksekusi mati terhadap 16 terdakwa. Langkah tegas ini menandai puncak dari operasi penumpasan kejahatan siber yang diluncurkan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok sejak Juli 2023, menyasar jaringan yang beroperasi di Myanmar utara dan menargetkan warga Tiongkok.
Latar Belakang Operasi dan Skala Penindakan
Operasi penumpasan kejahatan siber ini telah menghasilkan pemulangan lebih dari 41.000 individu terkait penipuan dari Myanmar ke Tiongkok hingga akhir tahun 2025, yang kemudian menghadapi proses hukum di berbagai yurisdiksi. Juru bicara SPC mengonfirmasi bahwa pengadilan Tiongkok telah menuntaskan lebih dari 27.000 kasus tingkat pertama yang berkaitan dengan sindikat penipuan daring di Myanmar utara pada periode yang sama.
Penjatuhan Hukuman Berat bagi Sindikat Kriminal
Dalam dua tahun terakhir, proses hukum terhadap sindikat Ming, Bai, Wei, dan Liu telah mencapai tahap vonis dan penuntutan. Pada 3 November 2025, Pengadilan Rakyat Menengah Shenzhen, Provinsi Guangdong, menjatuhkan hukuman mati kepada Bai Suocheng, Bai Yingcang, Yang Liqiang, Hu Xiaojiang, dan Chen Guangyi dari kelompok keluarga Bai. Mereka terbukti bersalah atas serangkaian kejahatan serius, termasuk pembunuhan berencana, penganiayaan, penipuan, perdagangan narkoba, penculikan, dan pengoperasian kasino, sebagaimana dilansir kantor berita Xinhua.
SPC mengonfirmasi bahwa sindikat keluarga Bai, dengan Bai Yingcang sebagai salah satu pelaku utama, mendirikan kompleks kejahatan di wilayah Kokang, Myanmar, merekrut pendukung finansial seperti Yang Liqiang, dan menyediakan perlindungan bersenjata. Secara terpisah, sindikat keluarga Ming, yang dipimpin Ming Guoping dan Ming Zhenzhen, juga beroperasi di Kokang sejak 2015, menjalankan penipuan siber dan perjudian ilegal dengan total dana ilegal mencapai lebih dari 10 miliar yuan (sekitar Rp 24,5 triliun).
Konfirmasi dari SPC, yang dikutip oleh media pemerintah CCTV, juga mengungkapkan bahwa geng Ming berkolusi dengan kelompok penipuan lain untuk melakukan pembunuhan, penganiayaan, dan penahanan ilegal terhadap individu terkait aktivitas penipuan. Tindakan brutal ini menyebabkan kematian 14 warga negara Tiongkok dan melukai beberapa lainnya. Juru bicara SPC menyatakan, “Pengadilan rakyat telah menghukum kejahatan penipuan telekomunikasi dan siber secara ketat, efisien, dan komprehensif sesuai hukum, secara efektif melindungi keselamatan pribadi dan harta benda masyarakat.”
Tren Penanganan Kasus dan Efektivitas Kebijakan
Secara nasional, pengadilan di Tiongkok telah menuntaskan lebih dari 159.000 kasus penipuan telekomunikasi dan siber tingkat pertama antara tahun 2021 hingga 2025, dengan lebih dari 338.000 terdakwa dijatuhi hukuman. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam penanganan kasus pada tahun 2023 (48,4 persen) dan 2024 (29,4 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, pada tahun 2025 terjadi perlambatan pertumbuhan dengan penurunan kasus sebesar 1,2 persen dan jumlah terdakwa sebesar 4,5 persen. Juru bicara SPC menafsirkan tren ini sebagai indikasi efektivitas bertahap dari upaya otoritas peradilan dalam memerangi dan menekan kejahatan penipuan daring, menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan mulai membuahkan hasil dalam mengurangi insiden kejahatan tersebut.
Analisis mengenai operasi penumpasan sindikat kejahatan siber ini didasarkan pada pernyataan resmi Mahkamah Agung Rakyat Tiongkok, laporan Kementerian Keamanan Publik, serta pemberitaan dari kantor berita Xinhua, CCTV, dan Global Times yang dirilis sepanjang periode 2023 hingga Februari 2026.