Internasional

Transisi Kekuasaan Bangladesh: Dampak Kemenangan Tarique Rahman terhadap Stabilitas Regional Asia Selatan

Tarique Rahman resmi dikonfirmasi sebagai Perdana Menteri Bangladesh berikutnya setelah Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum pertama pasca-pemberontakan mahasiswa 2024. Kemenangan ini menandai berakhirnya pengasingan politik Rahman selama 17 tahun di London, sekaligus menggeser peta kekuatan politik di Dhaka yang sebelumnya didominasi oleh rezim Sheikh Hasina.

Reposisi Geopolitik dan Diversifikasi Investasi

Dalam visi strategisnya, Rahman menjanjikan reorientasi kebijakan luar negeri Bangladesh guna mengurangi ketergantungan pada satu kekuatan regional tertentu. Langkah ini dipandang sebagai antitesis terhadap kebijakan pemerintahan sebelumnya yang cenderung memiliki kedekatan khusus dengan New Delhi. Rahman menekankan pentingnya kemitraan internasional yang lebih luas untuk menarik investasi asing langsung tanpa terjebak dalam pengaruh hegemonik.

Secara ekonomi, pemerintahan baru ini berencana melakukan diversifikasi industri untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor garmen. Sektor-sektor baru seperti industri kulit dan manufaktur mainan akan menjadi prioritas guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar global.

Reformasi Struktural dan Batasan Masa Jabatan

Untuk mencegah kembalinya kecenderungan otokratis, Rahman mengusulkan reformasi konstitusional yang signifikan, termasuk pemberlakuan batasan masa jabatan perdana menteri. Berikut adalah poin-poin utama reformasi yang diusung:

  • Pembatasan Masa Jabatan: Perdana menteri hanya diperbolehkan menjabat maksimal dua periode atau total 10 tahun.
  • Restorasi Institusi: Membangun kembali independensi lembaga negara yang sebelumnya dianggap terkooptasi kepentingan politik.
  • Akuntabilitas Publik: Memperkuat mekanisme pengawasan terhadap jalannya pemerintahan melalui praktik demokrasi yang lebih terbuka.

Stabilitas Domestik dan Rekonsiliasi Nasional

Rahman, yang lahir pada 20 November 1965, kini menampilkan citra sebagai negarawan yang mengedepankan rekonsiliasi nasional daripada retorika balas dendam. Meskipun sebelumnya dijatuhi hukuman in absentia atas berbagai tuduhan korupsi dan serangan granat 2004 di era Hasina, seluruh dakwaan tersebut kini telah dibatalkan setelah perubahan rezim, yang oleh pendukungnya dianggap sebagai bentuk pembersihan nama secara hukum.

Di tingkat internal partai, pengaruh Rahman tetap absolut. Ia secara langsung mengawasi pemilihan kandidat dan strategi aliansi, peran yang sebelumnya ia jalankan secara jarak jauh dari Inggris. Fokus utamanya saat ini adalah memastikan stabilitas keamanan dalam negeri guna meyakinkan komunitas internasional bahwa Bangladesh telah kembali ke jalur demokrasi yang stabil.

Analisis mengenai transisi kekuasaan dan pergeseran kebijakan strategis ini didasarkan pada pernyataan resmi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dan laporan hasil pemilu yang dirilis pada Februari 2026.