Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 23 Februari 2026, membantah laporan media yang menyebut pejabat militer tertinggi AS memperingatkan risiko besar jika Washington menyerang Iran. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan dengan mudah mengalahkan Teheran dalam perang apa pun, di tengah laporan kekhawatiran internal Pentagon terkait potensi konflik berkepanjangan dan berlanjutnya negosiasi diplomatik.
Latar Belakang Dinamika AS-Iran
Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat signifikan sejak Trump membatalkan kesepakatan nuklir Iran pada 2018. Sebelumnya, Trump telah memerintahkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada tahun lalu dan berulang kali mengancam tindakan militer lanjutan jika pembicaraan yang sedang berlangsung tidak menghasilkan pengganti kesepakatan nuklir yang ia batalkan.
Kontroversi Pernyataan Jenderal Caine
Sejumlah media AS, termasuk The Washington Post, The Wall Street Journal, dan Axios, melaporkan bahwa Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, telah menyampaikan kekhawatiran di Gedung Putih dan Pentagon. Kekhawatiran tersebut mencakup kekurangan amunisi, minimnya dukungan sekutu, potensi jatuhnya korban di pihak AS maupun sekutu, risiko sistem pertahanan udara AS terkuras, serta kemungkinan Amerika Serikat “terjebak dalam konflik berkepanjangan.”
Namun, Trump membantah keras kabar tersebut melalui akun Truth Social miliknya. Ia menyebut laporan yang menyatakan bahwa Caine menentang langkah menuju perang dengan Iran “100 persen salah.” Trump menegaskan bahwa Jenderal Caine, seperti dirinya, tidak ingin melihat perang, tetapi “jika keputusan diambil untuk melawan Iran pada level militer, menurutnya itu akan menjadi sesuatu yang mudah dimenangkan.” Ia juga menambahkan bahwa Caine tidak pernah menyatakan penolakan terhadap opsi militer, termasuk “serangan terbatas palsu” yang ia baca di media.
Pengerahan Kekuatan Militer dan Jalur Diplomasi
Di tengah retorika yang memanas, Washington telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran ke Timur Tengah. Pengerahan ini mencakup dua kapal induk, lebih dari selusin kapal perang lainnya, serta sejumlah besar pesawat tempur dan aset militer lain, menunjukkan kesiapan operasional yang tinggi. Meskipun tensi meningkat, jalur diplomasi tetap terbuka. Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa putaran berikutnya pembicaraan dengan Teheran dijadwalkan akan digelar pada Kamis, 26 Februari 2026.
Analisis mengenai dinamika militer dan diplomatik ini didasarkan pada laporan media terkemuka AS dan pernyataan resmi Presiden Amerika Serikat yang dirilis pada 23 Februari 2026.