Militer.or.id – AS Nyatakan Punya Bukti Suriah Siapkan Senjata Kimia di Idlib.

Dok. Syrian Air Force bombs Tah in Idlib- 29/12/2017. (Qasioun News Agency via  commons.wikimedia.org)

Washington, Militer.or.id – “Banyak bukti” menunjukkan bahwa pasukan pemerintah Suriah menyiapkan senjata kimia di Provinsi Idlib, wilayah besar terakhir masih dikuasai gerilyawan, kata pejabat tinggi Amerika Serikat pada Kamis 6-9-2018. Dirilis Antara pada Jumat 7-9-2018

“Saya sangat yakin bahwa kami punya dasar kuat untuk menyampaikan peringatan ini,” kata Jim Jeffrey, yang pada 17 Agustus 2018 ditunjuk menjadi penasihat khusus Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat untuk urusan Suriah.

“Kami keberatan terhadap semua bentuk serangan militer karena hanya akan menyebabkan peningkatan,” kata Jeffrey kepada wartawan. “Banyak bukti bahwa senjata kimia tengah disiapkan,” kata dia. Sebelumnya, Gedung Putih menegaskan akan menggelar serangan balasan jika pasukan pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia saat berupaya membebaskan Idlib dari gerilyawan.

Jeffrey mengatakan bahwa serangan pasukan Suriah dan Rusia, serta penggunaan senjata kimia, akan menimbulkan gelombang besar pengungsian ke wilayah selatan Turki. Pada saat ini, Presiden Suriah Bashar al Assad mengerahkan pasukannya di sekitar Idlib, sementara pesawat tempur Rusia mulai menggelar serangan ke kantung gerilyawan di sana.

Nasib gerilyawan di Idlib bergantung pada hasil perundingan pada Jumat di Tehran, antara pemimpin negara pendukung Assad Rusia dan Iran  dengan pemimpin negara pendukung gerilyawan, Turki. “Kita akan tahu besok hari apakah Rusia siap berkompromi dengan Turki,” kata Jeffrey.

Dengan dukungan kekuatan udara Rusia, pemerintah Assad dalam beberapa tahun terakhir berhasil merebut kembali satu demi satu wilayah Suriah dari tangan gerilyawan. Idlib menjadi satu-satunya wilayah besar masih dikuasai kelompok oposisi.

Jeffrey menyebut situasi di Idlib “sangat berbahaya” dan mengatakan bahwa Turki tengah berupaya mencegah serangan besar-besaran dari pemerintah Suriah. “Kisah tentang Idlib belum berakhir. Turki tengah berupaya mengubah sejarah,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here