Seoul Waspadai Pilihan Trump Keluar Dari INF – Militer.or.id

Militer.or.id – Seoul Waspadai Pilihan Trump Keluar Dari INF – Militer.or.id.

Ledakan nuklir © Jullius71 via Wikimedia Commons

Militer.or.id – Pemerintah Korea Selatan mengatakan pada hari Selasa bahwa akan terus memantau dari dekat setelah langkah AS untuk membatalkan perjanjian senjata nuklir era Perang Dingin dengan Rusia, seperti dilansir dari Yonhap.

Pemerintahan Donald Trump mengumumkan keputusannya keluar dari perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF) 1987 yang melarang meluncurkan rudal nuklir dengan jangkauan 500 – 5.500 km.

HARUS BACA :  AS Dukung "Langkah Awal" Saudi dalam Kemelut Yaman

Langkah Amerika ini menambah kekhawatiran tentang menghangatnya perlombaan senjata di kawasan Asia-Pasifik di tengah pesatnya pertumbuhan kekuatan militer China.

“Rencana untuk menghapuskan INF belum resmi diambil”, kata Noh Kyu-duk, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Pemerintah akan terus memantau situasi ini ke depan, dengan mempertimbangkan dampak kesepakatan tersebut terhadap keamanan regional, tambahnya. Saat ditanya tentang implikasi potensial berkaitan dengan masalah nuklir Korea Utara, dia tidak memberikan jawaban langsung.

“Saya hanya akan mengatakan bahwa pada dasarnya, AS dan juga Rusia mengambil posisi yang sama dengan pemerintah kita pada denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea”, katanya.

Mengenai kerjasama antar Korea, Noh menekankan bahwa pemerintah secara tegas berkomitmen untuk mematuhi sanksi internasional terhadap Pyongyang.

“Posisi dasar pemerintahan kita adalah mendorong pertukaran Selatan-Utara serta proyek-proyek bersama dalam kerangka sanksi sepanjang waktu agar tidak menimbulkan perselisihan atau permasalahan yang tak perlu”, katanya.

Awal pekan ini, kedua Korea sepakat untuk bekerjasama dalam mengatasi masalah hama pohon pinus dan penyakit pohon lainnya dalam perjanjian bilateral terbaru untuk menindaklanjuti kesepakatan KTT mereka.

HARUS BACA :  Skandal Rencana Pembocoran Data F-35 ke China
HARUS BACA :  Laos Tertarik Beli Lagi Senjata Buatan PT Pindad

Kerjasama kehutanan pada prinsipnya tidak terkait dengan sanksi terhadap Korea Utara untuk program nuklir dan misilnya, kata Noh.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Mantan Presiden Mohammed Mursi Dihukum 25 Tahun Penjara