Risk Management Menuju Zero Accident Koarmada II – Militer.or.id

Militer.or.id – Risk Management Menuju Zero Accident Koarmada II – Militer.or.id.

Karena 60% kecelakaan disebabkan oleh human error akibat, kesalahan pengambilan keputusan, kurang memperhatikan sekeliling , pengawasan yang tidak efektif, ketidakmampuan menganalisa resiko, belum ada alat standar untuk digunakan dalam menganalisa resiko di Indonesia.

Surabaya, Jakartagreater.com   –   Komandan Komando Latihan (Dankolat) Koarmada II, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin, M.Mgt. Stud., memimpin pelaksanaan Forum Komandan di jajaran Koarmada II, dengan menyampaikan paparan tentang Risk Management menuju Zero Accident, pada Rabu 24-10-2018 bertempat di Gedung Mandalika Koarmada II, Ujung Surabaya.

HARUS BACA :  Terbang Navigasi Pesawat Bonanza T-2508 Skadron 200

Sebelum paparan, kegiatan diawali dengan gelar latihan Peran Penyelamatan Kapal (PEK) oleh prajurit Kolat Koarmada II dengan melaksanakan penanggulangan kebakaran.

Selanjutnya dalam paparannya Dankolat Koarmada II yang pernah menjabat sebagai Komandan Lanal Ranai menyampaikan bahwa risk management atau pengelolaan resiko merupakan suatu proses identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan upaya menghindari, meminimalisir, atau bahkan menghapus risiko yang akan terjadi khususnya di pangkalan atau kapal perang.

HARUS BACA :  Kombinasikan Rudal PL-15 dan PL-10, Siluman J-20 China Siap Saingi F-22
HARUS BACA :  Kremlin Setuju BMPT Terminator Memasuki Layanan

Menurut Dankolat Koarmada II kemungkinan terjadinya sesuatu yang akan berdampak terhadap tujuan dari suatu kegiatan karena resiko seringkali muncul dari dilaksanakannya suatu kegiatan dan lingkungan sekelilingnya dan resiko dapat dihitung dengan menggabungkan konsekuensi serta kemungkinan terjadinya resiko.

Karena 60% kecelakaan disebabkan oleh human error akibat, kesalahan pengambilan keputusan (poor judgment), kurang memperhatikan sekeliling (inattention), pengawasan yang tidak efektif, ketidakmampuan menganalisa resiko, belum ada alat standar untuk digunakan dalam menganalisa resiko di Indonesia.

HARUS BACA :  Divif 2 Kostrad Pimpin Klasemen Sementara Lomba Ton Tangkas

Lanjutnya, untuk menghindari resiko yang tidak perlu, maka sebelum tugas malam perhatikan waktu mengoperasikan alat, memikirkan hal lain akibat dampak resiko yang akan terjadi, dan tidak menggunakan alat perlengkapan keselamatan kerja.

Selain itu, membuat keputusan sesuai kewenangan yang dimiliki seperti Otoritas GO / NO GO, Otoritas Absensi, maupun Otoritas di tempat kerja, serta mengambil resiko jika keuntungan lebih besar diantaranya yaitu menambah jam kerja dan deadline produksi, serta mengurangi tenaga demi efisiensi.

Hadir dalam acara Forum Komandan diantaranya, para Komandan Satuan jajaran Koarmada II, dan para Komandan KRI yang berada di pangkalan, serta Staf Kolat Koarmada II. (Dispen Koarmada II).

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here