Lima Warga Gaza Tewas Akibat Tembakan Tentara Israel – Militer.or.id

Militer.or.id – Lima Warga Gaza Tewas Akibat Tembakan Tentara Israel – Militer.or.id.

F-16 Israel. (photo: Nir Ben-Yosef – IAF)

Kota Gaza, Jakartagreater.com – Jumlah orang Palestina yang tewas pada Jumat (26/10/2018) di sepanjang zona penyangga Israel-Jalur Gaza telah naik menjadi lima orang, ujar Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, dirilis Antara, 27/10/2018.

Di dalam satu pernyataan, Juru Bicara Kementerian Itu Ashraf Al-Qidra mengidentifikasi orang-orang yang gugur adalah Mohamed Khaled Abdel-Nabi (27), Nassar Abu-Tayem (22), Ahmed Abu Lebda (22), Ayesh Shaeth (23) dan Jabr Abu Hemeisa (25).

Al-Qidra menambahkan 85 orang Palestina lagi telah cedera akibat tembakan tentara Israel, demikian laporan kantor berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

Pada Jumat pagi, ratusan orang Palestina berkumpul di zona penyangga tersebut sebagai bagian dari demonstrasi yang dilancarkan guna menentang pendudukan Israel selama beberapa dasawarsa.

HARUS BACA :  China Tuntut RI Batalkan Penamaan Laut Natuna Utara

Sejak protes dilancarkan pada 30 Maret, lebih dari 200 orang Palestina telah tewas –dan ribuan lagi cedera– akibat tembakan tentara Israel di dekat zona penyangga itu.

RS Indonesia di Gaza Rusak

Beberapa bagian Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, mengalami kerusakan sebagai dampak gempuran serangan militer Israel di kawasan itu, demikian dilaporkan sukarelawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia.

HARUS BACA :  Menhan Israel: Beraksi di Langit Suriah Adalah Hak Kami

“Sejak Jumat (26/10/2018) malam hingga detik ini, Sabtu(27/10/2018), militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza,” kata Reza Aldilla Kurniawan, sukarelawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, Sabtu siang.

Melalui Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris, kepada Antara, ia menjelaskan bahwa pesawat tempur F-16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia. yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

Ia mengemukakan, bahwa dentuman keras roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya kantor administrasi, toilet, koridor, ruang gawat darurat (ICU), dan beberapa lainnya.

HARUS BACA :  Saat Ukuran Menjadi Masalah dengan Tank Modern Jerman

Reza Aldilla Kurniawan — yang saat serangan terjadi berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia — yang terletak di belakang RS Indonesia, mengatakan guncangan terasa besar sekali.

“Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” katanya.

Sebagai dampak dari pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka.

Ia menambahkan hingga berita ini dilaporkan suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.

Pembangun RS Indonesia di Gaza berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009.

HARUS BACA :  Sambut Ramadhan 1439 H Satgas Konga 23-L Doa Bersama

Ketika itu misi dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim.

HARUS BACA :  "Lampu Hijau" Merpati Airlines Siap Terbang Kembali

Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RS Indonesia di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Sebenarnya, peluncuran secara resmi RS Indonesia di Gaza akan dihadiri relawan dan jurnalis yang pernah ikut menjadi saksi mata saat misi delapan tahun silam.

Namun, karena izin masuk ke Gaza saat ini masih mengalami kendala, kemudian penyerahan itu telah dilangsungkan di Indonesia, pada 9 Januari 2016.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk rakyat Palestina.

Acara penyerahan secara simbolis RS Indonesia di Gaza itu digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2016) malam.

Acara itu dihadiri pula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Gubernur Aceh (saat itu) Muzakir Manaf, Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen, serta Duta Besar Palestina untuk RI Fariz Mehdawi.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Filipina Menuju Akuisi Helikopter Serang T129 ATAK

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here