Redakan Ketegangan, Cina Izinkan Kapal Induk AS Sandar di Hong Kong

Kapal Induk USS Ronald Reagan (CVN 76) bersiap untuk berlabuh di North Island Naval Air Station di Coronado, Calif., setelah pelayaran perdananya pada tanggal 6 Juli 2006. (U.S. Navy photo by Chief Mass Communication Specialist Spike Call via commons.wikimedia; https://commons.wikimedia.org/wiki/File:USS_Ronald_Reagan_(CVN_76)_prepares_to_moor_on_North_Island_Naval_Air_Station_in_Coronado,_Calif.,_after_its_maiden_deployment_July_6,_2006_060706-N-HX866-004.jpg)

Sekelompok pendukung kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat diizinkan masuk ke Hong Kong pada hari Rabu, kurang dari dua bulan setelah Cina menolak kunjungan serupa terhadap satu kapal perang AS.

HARUS BACA :  Ukroboronprom: Contract with Thailand for Supply of Oplot Tanks will be Executed in Full

Keputusan pihak berwenang di Beijing untuk memungkinkan Angkatan Laut AS berlabuh di kota semi-otonomi Cina ditafsirkan sebagai upaya untuk meredakan ketegangan menjelang KTT G-20 pekan depan di Argentina, di mana Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump diharapkan bertemu.

HARUS BACA :  Rusia Tingkatkan Kemampuan Tank T-90

Departemen Kelautan Hong Kong mengatakan bahwa Kapal induk USS Ronald Reagan, kapal penjelajah kendali rudal USS Chancellorsville, dan kapal perusak rudal USS Benfold dan USS Curtis Wilbur dibebaskan untuk kunjungan ke Hong Kong. Kehadiran empat kapal perang AS tersebut akan membawa sekitar 7.000 personel militer AS ke wilayah Cina.

HARUS BACA :  Warrior 2 Selesaikan Uji Tembak Tanpa Awak

Kunjungan itu dilakukan hanya dua hari setelah Angkatan Udara AS menerbangkan pesawat pengebom B-52 di sekitar Laut Cina Selatan, di mana Cina telah membangun benteng militer di pulau-pulau yang diperebutkan.

Sekitar dua bulan lalu, ketegangan sempat meningkat setelah setelah kapal perusak AS dan Cina berada dalam jarak 45 yard. Kapal USS Decatur disebut melakukan operasi “kebebasan navigasi” di dekat pulau-pulau yang diklaim Cina di Laut Cina Selatan. Para pejabat AS menyebut tindakan kapal Cina itu “tidak aman.”

HARUS BACA :  Saab Mau Berikan ToT Radar AESA untuk KF-X, Asal ...
HARUS BACA :  Dua F-35 RAAF Akan Tiba Di Australia 10 Desember – Militer.or.id

Sumber: CNN

Kami sangat menghargai pendapat anda. Bagaimanakah pendapat anda mengenai masalah ini? Tuliskanlah komentar anda di form komentar di bagian bawah halaman ini.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here