Malaysia Bakar Kapal Nelayan Asing Ilegal

0
636

Militer.or.id – Malaysia Bakar Kapal Nelayan Asing Ilegal.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) bakar kapal nelayan asing ilegal (MMEA)

Kuala Lumpur – Malaysia pada Rabu, 30/8/2017 untuk pertama kali membakar kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Malaysia. Tindakan ini dilakukan di tengah panasnya persoalan tentang kapal-kapal pukat yang melanggar hukum.

Batas maritim yang tidak jelas merupakan masalah konstan bagi Malaysia dan negara tetangganya di Asia Tenggara yang berjuang untuk menangkal kapal nelayan asing beroperasi secara ilegal di perairan mereka.

HARUS BACA :  AS-Korsel Kaji Penangguhan Latihan Militer Skala Besar

Pada awal 2016, lebih dari 100 kapal penangkap ikan China terdeteksi di negara bagian Sarawak, sementara pada April, Indonesia menenggelamkan 81 kapal, sebagian besar merupakan kapal nelayan asing yang beroperasi secara ilegal di perairannya.

Kapal ikan asing yang masuk ke Malaysia dibakar di lepas pantai di wilayah utara Kelantan, dan merupakan pertama kali pihak berwenang Malaysia melakukan tindakan tersebut, menurut Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA).

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) bakar kapal nelayan asing ilegal (MMEA)

MMEA tidak menunjukkan secara spesifik negara asal kapal tersebut.

HARUS BACA :  Israel Tunjukkan F-35 Bisa Bertempur. Terus apa selanjutnya?

“Metode ini menunjukkan betapa seriusnya MMEA mengawasi serbuan kapal nelayan asing di perairan Malaysia,” ujar Wakil Direktur Jenderal MMEA, Mohd Taha Ibrahim dalam pernyataannya.

Mohd Taha mengatakan pihak berwenang Malaysia sejauh ini telah menenggelamkan 285 kapal nelayan asing di seluruh negeri untuk menciptakan terumbu karang buatan, namun mengatakan cara tersebut belum memberi “dampak yang mendalam” pada nelayan asing yang beroperasi secara ilegal di perairan Malaysia.

HARUS BACA :  Blokir Penjualan F-35 Turki, Lockheed Bakal Merana – Militer.or.id

“MMEA akan terus meningkatkan pengawasan dan patroli kami untuk memberantas kejahatan yang dilakukan di laut,” ujar Mohd Taha. Reuters/Antara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here