AS dan Korea Utara di Ambang “Konflik Berskala Besar”

Militer.or.id – AS dan Korea Utara di Ambang “Konflik Berskala Besar”.

Presiden Rusia, Vladimir Putin (istimewa)

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa kebuntuan antara Korea Utara dan Amerika Serikat mendorong konflik ke skala besar, dan mengatakan adalah sebuah kesalahan untuk mencoba menekan Pyongyang agar menghentikan program rudal nuklirnya.

Putin, yang akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara BRICS di China minggu depan, mengatakan pada hari Jumat, 1/9/2017, bahwa satu-satunya cara untuk meningkatkan ketegangan adalah melalui pembicaraan, dan Sergei Lavrov, menteri luar negerinya, mengatakan bahwa baik Washington maupun Pyongyang tidak ada mengambil inisiatif untuk itu.

HARUS BACA :  China Tidak Takut Kapal Perang & Pesawat Tempur AS

“Provokasi, tekanan, dan agresif dan retoris yang menyinggung, adalah tindakan yang tidak jelas,” ujar Putin, yang negaranya berbagi perbatasan dengan Korea Utara, di situs Kremlin.

Pemimpin Rusia, yang pembom bertenaga nuklirnya baru-baru ini terbang ke Semenanjung Korea dalam sebuah demonstrasi, mengatakan bahwa situasinya telah memburuk begitu parah sehingga sekarang situasinya “seimbang di ambang konflik berskala besar”.

HARUS BACA :  ROE Tampilkah Lebih 300 Alutsista Rusia di EDEX 2018
HARUS BACA :  Militer Rusia Kerahkan Radar Penangkap Siluman Nebo-UM

Pyongyang telah bekerja untuk mengembangkan rudal bertipe nuklir yang mampu menyerang Amerika Serikat dan baru-baru ini mengancam akan menembakkan rudal di dekat wilayah Pasifik AS di Guam.

Pada hari Senin, Korea Utara, melihat latihan perang gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan sebagai persiapan untuk invasi, meningkatkan taruhannya dengan menembakkan rudal jarak menengah melewati Jepang.

HARUS BACA :  Fincantieri Stakes its Claim for Sea 5000

Sebuah peta jalan yang dirumuskan oleh Moskow dan Beijing, yang akan melibatkan Korea Utara menghentikan program misilnya dengan imbalan Amerika Serikat dan Korea Selatan menghentikan joint war games, adalah cara untuk mengurangi ketegangan, tulis Putin. News.com.au.

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Sebelumnya Tak Ada Keluhan dari AL Norwegia – Militer.or.id

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here
HARUS BACA :  Indonesia - Korea Selatan Perkuat Kerja Sama Pertahanan