Forum Rektor Desak PBB Investigasi Tragedi Rohingya

Militer.or.id – Forum Rektor Desak PBB Investigasi Tragedi Rohingya.

Pengungsi Rohingya (amnesty.org.au)

Jakarta – Forum Rektor Indonesia (FRI) mendesak Komisi Hak Asasi Manusia PBB menginvestigasi pelanggaran HAM di Myanmar serta melakukan pengadilan internasional atas tindakan militer Myanmar yang mekaksanakan pembantaian terhadap Muslim Rohingya.

“Komisi HAM PBB perlu melakukan pengadilan internasional terhadap pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi atas tindakan militernya tersebut, sebab ini jelas bertentangan dengan kemanusiaan,” ujar Ketua FRI Prof Dr Suyatno MPd dalam siaran pers pada Senin 4-9-2017 di Jakarta.

HARUS BACA :  Bakamla RI Luncurkan Kapal Baru

Tindakan Militer Myanmar mengusir dan membunuh Etnis Rohingya secara keji yang berlanjut sampai sekarang ini dan tetap didiamkan oleh pemerintah Myanmar adalah usaha genosida etnis Rohingya, kata Rektor Universitas Muhammadiyah (Uhamka) Prof Dr Hamka Jakarta itu.

Prof Dr Hamka mengatakan, tindakan keji ini sangat bertentangan dengan HAM dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

HARUS BACA :  Satgas Yonif Raider 515 Kostrad Bantu Bangun Rumah Warga
HARUS BACA :  Su-57 Terbang Manuver 5 Meter di Atas Tanah

Pihaknya, lanjut Rektor Uhamka, mengutuk keras militer Myanmar dan meminta Pemerintah Myanmar untuk menghentikan genosida terhadap etnis bangsanya tersebut. Pihaknya juga mendesak untuk mencabut kembali penghargaan Nobel Perdamaian yang diberikan kepada Aung San Suu Kyi karena yang bersangkutan terbukti tidak ada niat dan usaha menciptakan perdamaian di Myanmar yang dipimpinnya sendiri.

HARUS BACA :  Su-57 Terbang Manuver 5 Meter di Atas Tanah

FRI meminta Pemerintah Myanmar, negara-negara ASEAN dan PBB melindungi Etnis Rohingya secara maksimal. Pihaknya juga mendesak Negara-negara anggota ASEAN untuk bertindak tegas dengan mengeluarkan keanggotaan Myanmar jika terus melaksanakan usaha  genosida Etnis Rohingya.

FRI juga mendesak Pemerintah RI untuk mengevaluasi semua bentuk kerja sama dengan pemerintah Myanmar dan mengajak organisasi negara-negara Islam bersikap tegas terhadap Pemerintah Myanmar dan melindungi serta menyelamatkan Etnis Rohingya. (Antara).

Rendy Raditya
Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Terjun Penyegaran Yonif Para Raider 503 Kostrad

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal

Diremajakan Jadi Destroyer, AL Australia Pensiunkan Fregat Berudal - Militer.or.id. Angkatan Laut Australia alias Royal Australian Navy telah mengadakan upacara pelepasan dua kapal perangnya...

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus – Suriah – Irak

Misi Operasional Pertama F-35 Inggris : Mondar Mandir Siprus - Suriah - Irak - Militer.or.id. Pejabat kementerian pertahanan Inggris mengkonfirmasi bahwa pesawat tempur terbaru...

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi

Pesawat Angkatan Udara India Jatuh Lagi - Militer.or.id. Sebuah pesawat angkut militer milik Angkatan Udara India dilaporkan hilang dengan 13 awak dan penumpang diatasnya....

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi

Bermasalah Terus, Serah Terima Kapal Selam Nuklir Yasen-M Rusia Mundur Lagi - Militer.or.id. Untuk ke sekian kalinya, penyerahan kapal selam nuklir project 885-M Yasen...
44.1k Followers
Follow

Related articles

HARUS BACA :  Komandan PMPP TNI Sambut Kedatangan Satgas MTF TNI Konga 28-J di Jakarta – Militer.or.id

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here