Tatap Muka Pangdam Pattimura, Sebelum Pindah ke Siliwangi

Militer.or.id – Tatap Muka Pangdam Pattimura, Sebelum Pindah ke Siliwangi.

Mayjen TNI Doni Monardo Sebelum Melangkah ke Kodam III/ Siliwangi tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda pada Senin 6 November 2017 bertempat di Aula Sudirman Mokodam XVI/Pattimura, Ambon.

Ambon, Militer.or.id – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo melakukan tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda sejumlah kurang lebih 200 orang pada Senin 6-11-2017 di Aula Sudirman Mokodam XVI/Pattimura, Ambon, Maluku.

Acara tatap muka dengan masyarakat sangat mendapat apresiasi dari masyarakat setempat sebagai bentuk rasa terima kasih karena selama kepemimpinan beliau di Kodam XVI/Pattimura telah memberikan solusi bagi masyarakat dalam mengatasi segala permasalahan baik di bidang keamanan maupun kesejahteraan.

Acara tatap muka dengan masyarakat tersebut dihadiri oleh :

  1. Pangdam XVI/Pattimura yang baru Mayjen TNI Suko Pranoto.
  2. Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Tri Soewandono.
  3. Para Asisten.
  4. Para Dansat dan Kabalak jajaran Kodam XVI/Pattimura.
  5. Danramil jajaran Kodim 1504/Ambon.
  6. Para camat.
  7. Para Raja di Maluku
HARUS BACA :  Tillerson, Jangan Buang Waktu Bicara dengan Korea Utara

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan berkat kerja keras para pemuda dan pemudi Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) bersama Kodam XVI/Pattimura, program Emas Biru di Maluku khususnya yang ada di SUPM Waiheru menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi pejabat negara apabila berkunjung di Provinsi Maluku.

Mayjen TNI Doni Monardo Sebelum Melangkah ke Kodam III/ Siliwangi tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda pada Senin 6 November 2017 bertempat di Aula Sudirman Mokodam XVI/Pattimura, Ambon.

“Provinsi Maluku kaya akan rempah- rempah yang harus dilestariakan. Disamping itu, di Maluku juga banyak ditemukan kayu yang bernilai jual tinggi diantaranya kayu Gaharu yang ada di negeri Aboru pulau Haruku dan kayu Cendana yang banyak dijumpai di Pulau Wetar, sehingga perlu dilestarikan dengan baik”, jelas Mayjen TNI Doni Monardo

HARUS BACA :  Kolonel TNI AU Juara Dunia Paralayang di Slovenia

“Mayjen TNI Doni Monardo membangun Maluku melalui program Emas Biru, Emas Hijau dan Emas Putih”, kata Prof Alex Retaubun dalam acara tersebut.

Dr. Abidin Wakano saat berbicara dalam acara tersebut mengatakan, Bapak Mayjen TNI Doni Momardo sudah memimpin Maluku dengan hati nurani dan paham betul tentang antropologi masyarakat Maluku, dengan merangkul lawan menjadi kawan dan kawan menjadi sahabat sejati. Inilah yang menyentuh hati saudara kita yang berasal dari Negeri Aboru sehingga kembali memiliki jiwa kebangsaan.

“Melalui program Emas Biru dan Emas Hijau, bapak Mayjen TNI Doni Monardo berhasil mengajak Masyarakat Maluku untuk keluar dari masalah politik dan lebih berpikir untuk berkarya. Saat ini sudah menjadi bahan diskusi di kampus karena kita telah kehilangan seorang pemimpin sejati. Meskipun bapak Mayjen TNI Doni Monardo telah pergi namun orang Maluku sudah menganggap beliau seperti saudara sendiri”, ujarnya.

Selain Prof. Alex dan DR. Abidin, juga ada perwakilan dari tokoh Agama, Ustadz Arsal Tuasikal. Beliau mengatakan, Awalnya ketika bapak Mayjen TNI Doni Monardo menjadi Pangdam, biasa- biasa saja, namun setelah 8 bulan kemudian sangat luar biasa. Dengan Program Emas Biru dan Emas Hijau, bapak Mayjen TNI Doni Monardo telah melakukan revolusi mental terbaik di Maluku sehingga Maluku memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa Indonesia.

HARUS BACA :  Poros Maritim, Nelayan dan Ketersediaan Solar

Camat Nusalaut, Raja Saparua dan beberapa Masyarakat antara lain Ibu Elsye Syauta Latuheru, bapak Luky Sopacua mengucapkan terima kasih kepada Mayjen TNI Doni Monardo yang telah meberikan kontribusi besar bagi masyarakat di daerahnya.

Bapak Iksan Tualeka mengatakan, gagasan bapak Mayjen TNI Doni Monardo tentang Emas Biru dan Emas Hijau merupakan program yang dapat merubah paradigma baru karena program ini mengedepankan kemampuan komunikasi luar yang biasa, bapak Mayjen TNI Doni Monardo menyelesaikan masalah bukan dengan logika namun lewat hati nurani. “Bahkan  Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan, “kita boleh marah tapi jangan membunuh kreativitas”, ungkap Ikhsan.

Pangdam XVI/Pattimura yang baru, Mayjen TNI Suko Pranoto dalam sambutanya, berterima kasih kepada Mayjen TNI Doni Monardo yang telah memberikan gambaran tentang Maluku dan akan melanjutkan program yang telah dibangun serta siap bekerja sama dengan semua pihak untuk membangun Maluku ke depan. Adapun Mayjen TNI Doni Monardo akan menempati pos yang baru sebagai Pangdam III Siliwangi. (Pendam Pattimura).

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here