Lockheed Dapat Kontrak Rudal Jelajah Ekonomis

Militer.or.id – Lockheed Dapat Kontrak Rudal Jelajah Ekonomis.

Gray Wolf will operate in highly contested environments, and will be capable of collaborative, networked “swarming” behaviors to address air-defense system threats. (© Lockheed Martin)

DALLAS, Militer.or.id – Lockheed Martin menerima kontrak Fase 1 selama 5 tahun senilai $ 110 juta, dari Laboratorium Riset Angkatan Udara AS (AFRL) untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan rudal jelajah berbiaya rendah terbaru yang disebut Grey Wolf, seperti dilansir dari laman Lockheed Martin. (27/12/2017)

HARUS BACA :  Tank Medium Pindad Akan Tampil di HUT ke-72 TNI, Cilegon

Program Grey Wolf berusaha mengembangkan rudal jelajah subsonik yang ekonomis dengan menggunakan arsitektur terbuka, desain modular untuk mempercepat prototipe dan kemampuan pertumbuhan yang cepat. AFRL mengembangkan rudal untuk menampilkan perilaku kolaboratif dan terhubung untuk mengatasi ancaman sistem Pertahanan Udara Terintegrasi (IAD) di seluruh dunia.

HARUS BACA :  TNI AU Latihan Tempur Gabungan Bersama Singapura

Desain rudal Grey Wolf akan memungkinkan fleksibilitas misi maksimum.

“Konsep Lockheed Martin untuk rudal Grey Wolf akan menjadi rudal anti-IAD ekonomis, yang akan beroperasi secara efisien di lingkungan yang sangat diperebutkan”, kata Hady Mourad, Direktur Program Rudal Tingkat Lanjut untuk Lockheed Martin Missiles and Fire Control.

“Dengan menggunakan kemampuan yang dibayangkan untuk spiral-spiral yang akan datang, sistem kami dirancang untuk memaksimalkan modularitas, yang memungkinkan pelanggan kami menggabungkan teknologi maju seperti hulu ledak yang lebih mematikan atau mesin yang lebih hemat bahan bakar, pada saat sistem tersebut tersedia”, tambah Mourad.

HARUS BACA :  Prajurit TNI AL Terima Pengenalan Senjata Nuklir dalam CARAT 2017

Program Grey Wolf terdiri dari 4 fase pengembangan spiral yang memungkinkan percepatan prototipe teknologi dan banyak peluang transisi. Tahap pertama ini, yang didefinisikan oleh kontrak Indefinite Delivery/Indefinite Quantity (IDIQ), diperkirakan akan berlanjut sampai akhir 2019.

Demonstrasi awal akan dilaksanakan dari pesawat F-16. Selain F-16, sistem ini akan dirancang untuk memiliki kompatibilitas dengan pesawat tempur lainnya seperti jet tempur F-35, F-15, F-18, pesawat pembom B-1, B-2 dan B-52.

HARUS BACA :  Presiden Joko Widodo Lantik Jenderal TNI Andika Perkasa Menjadi KSAD
HARUS BACA :  Tim Advance Konga 39-A/RDB Terima Kunjungan COE Bukavu

“Pelanggan AFRL kami akan mendapatkan keuntungan dari pengalaman Lockheed Martin selama beberapa dekade dalam membangun sistem berbiaya rendah dan berkualitas tinggi, serta memanfaatkan pengalaman tim kami dalam mengembangkan dan mengintegrasikan rudal jelajah canggih seperti JASSM dan LRASM di pesawat militer”, sebut Mourad.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here