Harpoon Blok II+ Ship-Killer Terbaru US Navy

Militer.or.id – Harpoon Blok II+ Ship-Killer Terbaru US Navy.

Rudal jelajah anti-kapal, Harpoon. © US Navy

Militer.or.id – Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) telah menyelesaikan tes operasional pertama varian rudal anti-kapal Harpoon Blok II+ baru di Point Mugu Sea Test Range, California.

Menurut Naval Air Systems Command (NAVAIR), pengujian pada 22 Januari kemarin, menempatkan set konfigurasi sistem H12E terbaru melalui kecepatannya.

“Kami sangat bangga memberikan penargetan presisi kepada warfighter dengan fleksibilitas untuk tetap berada di depan ancaman” Commander Jon Schiffelbein, Wakil Manajer Program Harpoon di NAVAIR.

Menurut NAVAIR, hasil uji coba menunjukkan kemampuan varian Harpoon baru untuk antarmuka dengan benar lewat upgrade perangkat lunak baru di F/A-18E/F Hornet. Sama seperti pesawat tempur yang lain, Super Hornet telah ditingkatkan secara terus menerus selama bertahun-tahun dengan perangkat keras dan perangkat lunak baru.

HARUS BACA :  Taruna Akmil Latihan Pertempuran Jarak Dekat
HARUS BACA :  Amerika Serikat Desak PBB Embargo Korea Utara

Namun, persenjataan juga terus ditingkatkan. Dengan meningkatnya kekuatan besar para penantang seperti Rusia dan China yang mengerahkan kapal-kapal perang yang semakin mumpuni, US Navy harus memodernisasi Harpoon untuk mengimbanginya.

Seperti dilansir dari National Interest, dibanding dengan versi aslinya, Harpoon Block II+ tersebut menawarkan kehandalan serta daya tahan yang lebih besar. Ini termasuk kit pemandu GPS baru, antarmuka data link baru yang memungkinkan pembaruan selama penerbangan, selektivitas target juga sudah ditingkatkan, opsi pembatalan dan ketahanan yang ditingkatkan terhadap penanggulangan elektronika. Apalagi ini bisa diluncurkan dari berbagai platform udara dan permukaan.

“Harpoon Block II+ memperluas legecy lebih dari 40 tahun pelayanan. Dengan menggunakan produk yang telah terbukti dan juga memperluas kemampuannya, memastikan US Navy memiliki senjata yang layak serta mematikan, fleksibel dan mudah diakses dengan biaya rendah untuk mengatasi ancaman maritim yang terus berlanjut”, menurut Kapten John Dougherty, manajer program senjata Precision Strike di NAVAIR,

US Navy bermaksud menerapkan Harpoon terbaru tahun ini guna memenuhi ancaman yang berkembang pesat. Seperti catatan NAVAIR, pengujian ini adalah perbaikan yang dilakukan dengan cepat sebagai bagian dari letalitas terdistribusi US Navy.

HARUS BACA :  Tim Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bertolak ke Jakarta
HARUS BACA :  Gelegar Rudal Iskander-M Dalam Zapad 2017

Harpoon Blok II+ hanyalah salah satu senjata di antara sejumlah upaya serupa. Yang lainnya termasuk mencangkokkan kemampuan anti-kapal ke rudal jelajah Tomahawk dan rudal anti-pesawat Standard SM-6.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here