Penasihat Assad: Maaf Trump, Rudal Anda Tidak Akurat

Militer.or.id – Penasihat Assad: Maaf Trump, Rudal Anda Tidak Akurat.

Ilustrasi: Donald Trump menyebut rudal AS yang baru, pintar dan akurat © Al Mayadeen

Militer.or.id – Pertahanan udara usang milik Suriah telah mencetak kemenangan gemilang atas serangan fajar pasukan koalisi AS, Inggris dan Prancis dan kemenangan ini menandai awal dari berakhirnya “kerajaan” Amerika, seperti dilansir dari laman media Jerusalem Post.

Setidaknya itu yang ditegaskan oleh penasihat politik Presiden Suriah Bashar Al-Assad menanggapi serangan udara di hari Sabtu yang diluncurkan oleh tiga kekuatan Barat sebagai balasan atas dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah.

Bouthaina Shaaban menyebarluaskan klaimnya dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs berita asal Lebanon, Al Mayadeen.

Sementara itu, seorang dokter Suriah yang pro pada pemberontak mengatakan dalam wawancara WhatsApp bahwa tindakan serangan fajar yang dipimpin oleh AS itu hanya akan berfungsi untuk memperkuat posisi Assad.

HARUS BACA :  Penambahan Radar Pertahanan TNI AU

Shaaban menulis bahwa fakta paling penting yang harus kita catat di sini untuk Trump adalah bahwa misilnya bodoh, tidak cerdas, tidak akurat dan bahwa pertahanan udara Suriah telah memberikan bukti bahwa mereka lebih pintar dan lebih akurat dari pada rudal pasukan koalisi. Dia (Trump – red) harus berhati-hati dengan cuitannya.

HARUS BACA :  Pesawat Militer AS Tabrakan di Lepas Pantai Jepang

 

Shaaban menyebut bahwa serangan udara koalisi tersebut telah mengirim warga Israel yang pengecut untuk berebut tempat perlindungan serangan udara.

“Alih-alih mengirim warga Suriah pergi ke tempat penampungan, mereka malah pergi ke atap untuk menyaksikan pasukan Suriah menembak jatuh rudal-rudal kiriman Trump tersebut sebelum mereka bisa mencapai target. Sementara itu para pemukim dari entitas Zionis melarikan diri ke tempat penampungan mereka”, sebut Shaaban.

Shaaban menyoroti masalah dengan pengumuman Menteri Pertahanan AS Jim Mattis bahwa instalasi yang terkait dengan produksi senjata kimia telah dihancurkan. “Pusat sains dan penelitian yang memberikan pengetahuan kepada mahasiswa terbaik Suriah setiap tahun menjadi sasaran”, tulis Shaaban. “Trump menghancurkan institusi ini, yang tidak memiliki hubungan untuk memproduksi senjata apa pun. Ini adalah kebohongan perang tentang senjata kimia yang diciptakan oleh Trump”.

“Ada dua hal yang diinginkan Barat dan Zionis”, lanjut Shaaban. “Pertama adalah bahwa tidak ada persatuan di negara-negara (Arab – red). Yang lain adalah bahwa (bangsa Arab) tidak mempersenjatai diri dengan sains dan pengetahuan, nilai tertinggi bagi kemanusiaan”.

“Tanggapan nyata terhadap agresi, pendudukan, dan upaya mereka untuk melikuidasi Palestina dan mempermalukan orang-orang Arab dan pan-Arabisme adalah memiliki lebih banyak ilmu dan pengetahuan, serta untuk mengembangkan kemampuan dan pertahanan udara dan laboratorium kami, termasuk untuk menghasilkan apapun yang mengamankan kebutuhan generasi kita”.

HARUS BACA :  Rusia Tuntas Kirimkan 20 Heli Serang Mi-35M ke Pakistan
HARUS BACA :  Rusia Tuntas Kirimkan 20 Heli Serang Mi-35M ke Pakistan

Mengacu pada serangan udara AS, Prancis dan Inggris, Shaaban menyimpulkan bahwa “pecahnya agresi jahat mereka” adalah awal dari lenyapnya kekaisaran mereka, yang akan digantikan oleh kekuatan baru yang menghormati kemanusiaan, kedaulatan dan keselamatan rakyat. Saat matahari terbit dari timur, matahari dunia yang adil dan bebas akan terbit dari sini.

Rendy Raditya
Menyebarkan berita berita Militer Indonesia dari media media mainstream Asia dan Indonesia. Mendambakan Kekuatan Militer Indonesia menjadi salah satu yang disegani kembali di kawasan.

Latest articles

HARUS BACA :  Taiwan Uji Radar Pribumi untuk Buru J-20 China
44.1k Followers
Follow

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here