PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan pengembang perangkat lunak militer asal Yunani, Scytalys, untuk memperkuat operasional pesawat N219 dan CN235. Kerja sama ini ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada hari pertama gelaran Singapore Airshow 2026 di booth PTDI A-L31, Selasa (3/2).
Detail Penandatanganan dan Kemitraan Strategis

Prosesi penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh Arif Faisal dan Director Scytalys Dimitris Karantzavelos. Agenda ini turut disaksikan langsung oleh Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan di tengah ajang pameran kedirgantaraan internasional tersebut.
Kesepakatan ini merupakan langkah perluasan kemitraan antara kedua perusahaan dalam pengembangan solusi pesawat misi khusus (special mission). Fokus utama kerja sama mencakup penetrasi pasar bersama serta integrasi sistem misi pada pesawat produksi PTDI.
Integrasi Sistem MIMS dan Komando Kendali
Kemitraan ini mencakup integrasi Mission Integration and Management System (MIMS) serta sistem Command and Control (C2) pada pesawat N219 dan CN235. Teknologi ini diimplementasikan untuk mendukung berbagai misi operasional, terutama di sektor pengawasan dan patroli maritim.
Integrasi perangkat lunak dari Scytalys ini diarahkan untuk menyasar target pasar di kawasan Asia Pasifik. Dengan dukungan sistem manajemen misi tersebut, pesawat produksi dalam negeri diharapkan memiliki keunggulan kompetitif di pasar global.
Penguatan Kapabilitas Operasional Pesawat
Melalui kolaborasi ini, PTDI berupaya meningkatkan fungsionalitas pesawat unggulannya agar sesuai dengan kebutuhan operasional pengguna di lapangan. Solusi misi khusus yang dihasilkan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar internasional.
Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI Moh Arif Faisal menyatakan bahwa kerja sama tersebut akan membuka peluang baru bagi pesawat N219 dan CN235. Hal ini mengacu pada peningkatan kapabilitas teknologi yang ditawarkan melalui sistem integrasi terbaru.
“Kolaborasi ini akan memperkuat kapabilitas operasional pesawat N219 dan CN235, yang tentunya juga akan membuka peluang pasar baru bagi pesawat unggulan PTDI melalui solusi special mission yang kompetitif dan sesuai kebutuhan operasional pengguna,” kata Moh Arif Faisal berdasarkan keterangan tertulis.