Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China resmi menetapkan regulasi baru yang melarang penggunaan gagang pintu otomatis yang dapat ditarik (retractable) pada kendaraan bermotor. Kebijakan strategis ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran atas keselamatan penumpang, terutama dalam skenario darurat di mana sistem kelistrikan kendaraan mengalami kegagalan fungsi atau pasca-insiden kecelakaan fatal.
Mandat Standar Keselamatan Mekanis
Mulai tahun 2027, otoritas China mewajibkan seluruh manufaktur otomotif untuk melengkapi kendaraan mereka dengan gagang pintu manual, baik pada sisi interior maupun eksterior. Regulasi ini menekankan bahwa akses keluar-masuk kendaraan harus tetap dapat dioperasikan secara mekanis tanpa bergantung pada daya listrik. Langkah ini bertujuan untuk memitigasi risiko penumpang terjebak di dalam kabin saat terjadi benturan atau malfungsi sistem.
Selain mekanisme pembukaan, aturan baru ini juga menetapkan standar ketat mengenai:
- Lokasi spesifik pemasangan gagang pintu untuk aksesibilitas optimal.
- Kewajiban penempatan tanda petunjuk manual yang jelas di dekat tuas pembuka bagian dalam.
- Standar redundansi sistem bagi kendaraan yang menggunakan kontrol elektronik sepenuhnya.
Analisis Risiko dan Insiden Pemicu
Keputusan regulator China ini dipicu oleh serangkaian laporan kegagalan teknis yang melibatkan fitur aerodinamis tersebut. Pada Oktober 2025, sebuah insiden fatal melibatkan unit Xiaomi SU7 Ultra menyoroti kerentanan desain ini, di mana setidaknya satu penumpang dilaporkan terjebak karena pintu gagal terbuka pasca-kecelakaan. Meskipun fitur ini diklaim meningkatkan efisiensi aerodinamika, data menunjukkan adanya penurunan reliabilitas yang signifikan.
| Tahun Laporan | Tingkat Masalah (per 100 Kendaraan) | Konteks Teknologi |
|---|---|---|
| 2020 | 0,2 | Adopsi Awal EV |
| 2024 | 3,1 | Adopsi Massal Retractable Handle |
Data dari JD Power menunjukkan lonjakan masalah teknis terkait gagang pintu otomatis hingga 1.450 persen dalam kurun waktu empat tahun. Hal ini memperkuat argumen bahwa kompleksitas elektronik pada komponen akses dasar dapat mengompromikan standar keselamatan operasional.
Implikasi Industri dan Respon Global
Kebijakan China sebagai pasar kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia diprediksi akan memaksa produsen global seperti Tesla dan Hyundai untuk merombak desain produk mereka. Di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) juga telah memulai penyelidikan serupa terhadap Tesla Model 3 produksi 2022 terkait aksesibilitas mekanisme pembuka pintu darurat yang dianggap tidak intuitif.
Pemerintah China memberikan masa transisi bagi produsen otomotif hingga Januari 2029 untuk menyesuaikan desain kendaraan yang telah mendapatkan persetujuan produksi sebelum aturan ini diundangkan. Langkah ini menandai pergeseran prioritas industri dari estetika futuristik kembali ke fungsionalitas keselamatan dasar yang rigid.
Analisis mengenai standarisasi keselamatan otomotif ini disusun berdasarkan dokumen teknis Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China serta laporan investigasi keselamatan transportasi yang dirilis pada Februari 2026.