Internasional

Strategi Mineral Kritis: AS dan Uni Eropa Perkuat Aliansi Guna Reduksi Dominasi Global China

Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump menyelenggarakan pertemuan tingkat menteri dengan Uni Eropa dan sejumlah negara mitra pada Rabu (4/2/2026) guna membahas ketahanan rantai pasok mineral kritis. Fokus utama pertemuan ini adalah koordinasi strategis terhadap 17 unsur tanah jarang (rare earth elements) yang saat ini produksinya didominasi secara masif oleh China.

Signifikansi Strategis dan Dominasi Pasar

Unsur tanah jarang merupakan komponen vital dalam manufaktur teknologi tinggi, mulai dari perangkat elektronik konsumen hingga sistem persenjataan canggih. Berdasarkan data riset Cercle CyclOpe, produksi bahan baku logam tanah jarang global mengalami eskalasi signifikan sebesar 77 persen dalam lima tahun terakhir, meningkat dari 220.000 ton pada 2019 menjadi 390.000 ton pada 2024.

Secara ekonomi, terdapat empat unsur utama yang memegang nilai strategis tertinggi, yakni neodymium, praseodymium, dysprosium, dan terbium. Keempat unsur ini merupakan bahan baku utama pembuatan magnet permanen neodymium-besi-boron yang memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dibandingkan magnet konvensional.

Implikasi pada Industri Pertahanan dan Kedirgantaraan

Dalam doktrin pertahanan modern, ketersediaan unsur tanah jarang menjadi parameter krusial bagi kedaulatan militer. Laporan dari Congressional Research Service (CRS) Amerika Serikat mengungkapkan bahwa satu unit jet tempur siluman F-35 memerlukan lebih dari 400 kilogram unsur tanah jarang untuk sistem avionik dan komponen mesinnya.

  • Lockheed Martin: Kontraktor pertahanan utama AS ini tercatat sebagai konsumen samarium terbesar untuk memproduksi magnet tahan suhu ekstrem.
  • Skandium: Digunakan dalam pengembangan paduan aluminium ringan berkekuatan tinggi untuk kerangka pesawat tempur.
  • Sistem Laser: Unsur erbium dan neodymium menjadi basis teknologi laser untuk pengukiran industri serta sistem penargetan militer.

Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Selain sektor militer, mineral kritis ini menjadi tulang punggung transisi energi hijau. Satu unit turbin angin lepas pantai membutuhkan hingga satu ton magnet berbasis tanah jarang untuk memaksimalkan kinerja generator. Di sektor otomotif, motor kendaraan listrik (EV) rata-rata mengandung 1,2 hingga 3,5 kilogram unsur tersebut.

Pada skala mikro, industri telekomunikasi global sangat bergantung pada material ini. Setiap ponsel pintar mengandung sekitar tiga gram zat tanah jarang untuk mengoptimalkan performa layar dan sistem getar. Dengan volume penjualan mencapai 1,24 miliar perangkat pada 2024, kebutuhan total untuk sektor gawai saja melampaui 3.700 ton per tahun.

Analisis mengenai pergerakan diplomasi mineral ini didasarkan pada laporan komoditas Cercle CyclOpe dan data teknis Rare Earth Exchanges yang dirilis menjelang pertemuan tingkat menteri di Washington.

Tinggalkan komentar