Militer.or.id – Israel Tolak Komentari Laporan Serangan Rudal di Suriah.
Haaretz telah melaporkan bahwa serentetan dugaan serangan rudal terhadap pangkalan militer Suriah di Provinsi Hama dan Aleppo diduga dilakukan oleh pasukan Israel, dirilis Sputniknews.com, 30 April 2018.
Berbicara kepada Sputnik, seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Israel menolak berkomentar mengenai serangan Rudal terhadap beberapa pangkalan militer pemerintah Suriah di Aleppo dan Hama bahwa Kantor Berita Arab Suriah (SANA) melaporkan terjadi pada Sabtu malam.
“Kami menolak berkomentar [tentang ini],” katanya. Sebelumnya, SANA, kantor berita yang dikelola pemerintah Suriah melaporkan bahwa ledakan telah terdengar di dekat kota-kota Hamas dan Aleppo. Menurut media lain, serangan Rudal, dilakukan pada sekitar 19:30 GMT, yang ditargetkan instalasi tentara Suriah di daerah tersebut.
Note: We are monitoring reports of strikes near Hama & Aleppo in Syria. pic.twitter.com/uirfD24yCl
— News This Second (@NewsThisSecond) April 29, 2018
Reuters pada gilirannya mengutip warga Hama yang mengatakan bahwa pangkalan yang diserang itu digunakan oleh pasukan yang didukung Iran.
Israel mungkin bertanggung jawab atas serangan itu, menurut laporan yang diterbitkan oleh Haaretz. Surat kabar itu mengutip Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman yang mengatakan bahwa Tel Aviv akan terus menyatakan bahwa mereka memiliki kebebasan untuk beroperasi di Suriah.
Unidentified strikes near #Hama and #Aleppo in #Syria. Possible #Israeli action. pic.twitter.com/hTx583G8OL
— Strategic Sentinel (@StratSentinel) April 29, 2018
Pada tanggal 9 April 2018, dua jet tempur F-15 Israel menyerang pangkalan udara T-4 di Suriah, menewaskan tujuh penasihat militer Iran yang beroperasi di negara itu atas nama pemerintah. Israel memperingatkan pada saat itu bahwa itu bisa mengenai pangkalan-pangkalan Iran di Suriah yang dilanda perang, jika ketegangan dengan Tehran meningkat, menurut Jerusalem Post.
Pada tanggal 14 April 2018, AS, Inggris dan Prancis meluncurkan serangan Rudal terhadap target sipil dan militer Suriah atas dugaan serangan senjata kimia di pinggiran Damaskus, Douma.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka memiliki bukti yang cukup bahwa serangan itu adalah provokasi yang bertujuan untuk mendorong AS untuk melancarkan serangan Rudal ke Suriah. (Sputniknews.com).