KRI Pulau Rengat -711 dan Pulau Rupat-712 Berhasil Deteksi dan Hancurkan Ranjau

KRI Pulau Rengat -711 dan Pulau Rupat-712 Berhasil Deteksi dan Hancurkan Ranjau

Militer.or.id – KRI Pulau Rengat -711 dan Pulau Rupat-712 Berhasil Deteksi dan Hancurkan Ranjau.

Setelah semalam melaksanakan tugas pemburuan ranjau, KRI Pulau Rupat-712 dan KRI Pulau Rengat -711 berhasil mendeteksi ranjau pada Kamis 23-8-2017 yang terletak di Perairan Timur, Pulau Bintan.

Dalam Latihan Joint Minex 17/2017, pemburuan ranjau dengan menggunakan sonar kapal berhasil mendeteksi dan menangkap frekwensi dari bawah air kemudian menerima klasifikasi pada ranjau tersebut, sehingga sonar bawah air mendeteksi ukuran, bentuk, bayangan dan kekuatan pancaran pada ranjau tersebut.

Setelah dipastikan area yang telah ditemukan titik ranjau terdeteksi, 2 KRI jajaran Satran Koarmatim itu menyiapkan bom laut untuk membantu peledakan pada ranjau yang ditemukan, selanjutnya sekoci di turunkan dari KRI Pulau Rupat sebagai sekoci droping atau yang membawa bom, sedangkan sekoci dari KRI Pulau Rengat sebagai eksekutor dengan membawa kabel peledakan yang nantinya akan disambungkan dengan blasting.

Dalam Latihan ini, Kedua tim sekoci bergerak menuju tanda dimana titik ranjau berada dan sekoci droping menjatuhkan bom ke dasar laut. Sesudah semuanya terpasang tim sekoci droping melaksanakan pengamanan area dan menjauh dari jarak aman yang sudah ditentukan, selanjutnya tim sekoci eksekutor melaporkan bahwasanya bom siap ditembakkan menunggu perintah komando dari KRI Pulau Rupat sebagai Komando perintah peledakan.

Ketika tim sekoci eksekutor siap menyambungkan kabel bom dengan kabel penembakkan, dari KRI pulau Rupat menghitung mundur dan hitungan terakhir terlihat serta terdengar suara ledakan. Selesai melaksanakan peledakan ranjau dalam keadaan aman, unsur KRI dan RSN yang terlibat latihan, bergerak menuju Batam.

Photo : KRI Pulau Rengat -711 dan Pulau Rupat-712 Berhasil Deteksi dan Hancurkan Ranjau. (Koarmatim)

Sumber : Pen Koarmatim

author
NKRI adalah harga mati! Demikian menjadi prinsip hidup penulis lepas ini. Berminat terhadap segala macam teknologi militer sejak kelas 5 SD, ketika melihat pameran Indonesian Air Show 1996.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *